ria's posts with tag: kehamilan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kehamilan
Blog EntryPersiapan melahirkan #4 [tambahan]Feb 18, '08 1:33 PM
for everyone
Satu lagi sinyal yang diberikan tubuh kita yang menandakan waktunya melahirkan sudah dekat, selain kontraksi adalah mencret. Biasanya datang sebelum kontraksi muncul. Ini disebabkan oleh salah satu enzym yang diproduksi oleh lambung, yang reaksinya membuat BAB lembek bahkan mencret.

Kapan saatnya kita harus ke rumah sakit?


1. Jika kontraksi yang dirasakan berselang dalam waktu 10 sampai 5 menit sekali, kontraksi berlangsung selama 1 menit.
2. Jika terjadi pendarahan.
3. Jika terjadi pecah ketuban,
4. atau jika kita merasa was was atau sudah tidak nyaman dirumah, boleh datang ke rumah sakit dan menungu disana.*Kasus disini kalau kontraksi yang dirasakan masih berjarak satu jam, biasanya kita disuruh pulang dan balik lagi setelah kontraksi berjarak 7 sampai 5 menit sekali.

Apa yang seharusnya kita bawa ke rumah sakit?

Dokumen : Mutterpaß (buku catatan riwayat selama kehamilan), Kartu asuransi, kartu identitas diri.

Barang barang yang membantu saat menjelang proses melahirkan:
- pelembab bibir, karna bibir kita kering biasanya.
- kaos kaki yang hangat
- Makanan dan minumam buat suami yang menemani
- Kamera, buat foto dokumentasi
- Tissue
- CD kesukaan, buat relaks denger musik kesukaan
- Baju kaos yang nyaman dipakai.

Barang barang yang diperlukan setelah melahirkan (selama di Rumah sakit):
-  Kemeja katun atau Piyama katun yang cukup (minimal sekali sehari ganti, karena kita akanbanyak berkeringat, teorinya  sepertiga dari cairan dalam tubuh kita setelah melahirkan akan dikeluarkan dari tubuh dalam betuk keringat), kalau bisa yang berkancing depan...MENYUSUI !!!
- Daster, sendal rumah, kaos kaki
- 2 BH  menyusui
-  Perlengkapan mandi kita sehari hari ( Deo yang digunakan, jangan yang memiliki bau,  Tawar)
- Sebuah buku ( buat Lulu ama nana penting niy )
- Baju bayi (hanya untuk perjalanan pulang, selama di rumah sakit menggunakan pakaian dari Rumah sakit)

sumber: Geburtsvorbereitungkurs Stadtklinikum Darmstadt bei Hebamme Regina Völger (Okt. 2005) und Hebamme Lusi Supandi (Jan 2008)

                                                                                                                                                                                                             

Blog EntryPersiapan Melahirkan #3 [Fase pengusiran]*Feb 18, '08 8:14 AM
for everyone
Waduh serem bener judulnya, ini arti harfiah dari Austreibungphase, yang maknanya Pembukaan telah sempurna* Bukaan 10*, dan saatnya untuk mendorong anak keluar ke dunia.
Pada fase ini rasa sakit kontraksi sudah tidak kita rasakan, hanya rasa ingin menekan atau ngeden. Kita sudah bisa merasakan kepala anak dan merabanya.

Disini saya coba menjelaskan bagaimana cara melakukan pushing yang benar, karna banyak kejadian pada saat pressing muka si ibu berubah merah karna tekanan bahkan ada yang urat urat mata merah bahkan ada yang sampai pecah, untuk menghindari ini semua, kita dikelas persiapan melahirkan dituntun cara melakukan pushing atau drücken yang benar,jika bidan telah mengakatan yak sekarang push, maka yang kita lakukan:
  • tarik nafas panjang
  • tutup mata (menghindari tekanan pada mata)
  • tutup mulut
  • tundukkan kepala rapatkan dagu ke dada (menghindari tekanan keras, darah yang berkumpul dikepala yang mengakibatkan muka merah)
  • tekan / dorong sekuat tenaga.
Biasanya untuk anak pertama 2 atau 3 kali menekan, jika belom juga berhasil keluar, biasanya pada saat pushing ke tiga dilakukan Dammschnitt (digunting) untuk membuka jalan bayi. Tapi jangan kuatir, kita tidak merasakan sakitnya, hanya seperti tergoreng silet, karna otot dimulut rahim sudah sangat meregang, dan darah pun tidak banyak disana, maka dari itu kita tidak lagi merasakan sakitnya.

Taraaaa...akhirnya anak lahir ke dunia, biasanya langsung diletakkan di dada ibu dan diselimuti handuk hangat *saat yang baik untuk bapak mengazankan ato mengqomatkan si bayi. Pada saat ini kita sudah bisa menyusui anak, karna reflek menghisap paling kuat anak adalah beberapa waktu setelah dilahirkan, walaupun biasanya air susu belum lagi terbentuk, tapi ada setetes atau dua tetes susu awal/Klostrum, yang kaya akan imunsystem yang dibutuhkan bayi baru lahir, dan itu sudah mencukupi kebutuhan bayi* dibahas lanjut di sesi menyusui*

Masih ada satu langkah lagi yang harus kita selesaikan yaitu setelah 15 menit saatnya mendorong plasenta keluar, dan seluruh proses melahirkan ditutup dengan menjahit yang tadi digunting*oleh dokter *, disini biasanya dilakukan dengan anastesi lokal.

Proses melahirkan yang saya jelaskan diatas adalah proses melahirkan normal atau spontan.

Semoga bermanfaat...
*sumber: Geburtsvorbereitungkurs Stadtklinikum Darmstadt bei Hebamme Regina Völger (Okt. 2005) und Hebamme Lusi Supandi (Jan 2008)








Melahirkan... Die Geburt...

Dengan datangnya kontraksi, itu merupakan pertanda bahwa waktunya

sudah hampir tiba anak datang kedunia*kontrakan di perut mama udah

 habis:)*

Kontraksi mulai kita rasakan diusia kandungan kira2 minggu ke-38

sampai minggu ke-40. Pada awalnya kontraksi ini tidak teratur dan

juga masih lemah, lama kelamaan semakin sering dan semakin keras.

Untuk mengetahui apakah kontraksi yang kita rasakan betul betul

kontraksi yang menandakan saat melahirkan sudah dekat. Dapat kita

lakukan tes mandi air hangat, jika pada saat mandi kontraksi

hilang, maka itu bukanlah kontraksi sebenarnya.

Jika kontraksi terjadi, maka latihan pernafasan segera

dilakukan, karna dengan teknik pernafasan ini kita mengalihkan

rasa sakit kepada konsentrasi pernafasan teratur.

Macam macam teknik pernafasan:

Pernafasan perut: teknik pernafasan ini paling efektif dalam

melewati masa kontraksi.Caranya tarik nafas panjang lewat hidung, alirkan

nafas keperut tahan sampai hitungan kesepuluh lepas perlahan lahan

melalui mulut, lakukan sampai kontraksi hilang. jika kontraksi

datang kembali lakukan hal yang sama dari awal. Untuk mengetahui pernafasan perut kita benar, letakkan tangan diperut, jika tangan bergerak terdorong kedepan, berarti pernafasan yang dilakukan sudah benar.

Pernafasan dada: Tarik nafas panjang alirkan kedada, tahan sampai

hitungan kesepuluh dan lepas perlahan lahan lewat mulut.

Pernafasan kuda: tarik nafas panjang, tahan sampai hitungan

kesepuluh, lepaskan nafas dengan cara menghembus sampai kedua

bibir bergetar *seperti kuda*

hecheln:teknik pernafasan ini dilakukan jika kontraksi yang

dirasakan dibarengi dengan rasa ingin menekan/pushing padahal

pembukaan belum sempurna. Caranya tarik nafas panjang lewat

hidung, keluarkan lewat mulut seperti mendesis dan pendek pendek,

menurut Bidan Regina, teknik ini kurang efektif.

Sebaiknya latihan pernafasan ini dilakukan berdua dengan suami. Suami bisa ikut membantu menghitung satu sampai sepuluh.

Kontraksi berkaitan dengan fase pembukaan jalan bayi, oleh karena itu makin besar pembukaan makin dekat jarak antara satu kontraksi ke kontraksi berikutnya. Istirahat diantara 2 kontraksi gunakan untuk istirahat dan mengumpulkan energi kembali untuk menghadapi kontraksi berikutnya.

Peran suami sangat penting dalam memberi ketenangan pada istri, dengan belaian, senyuman sabar atau obrolan ringan yang menyenangkan. Suami juga dapat memijat punggu istri atau mengkompres dengan handuk hangat dibelakang panggul bagian tengah, itu semua membuat istri lebih tenang dan relax, setelah perjuangan melelahkan melewati kontraksi.

Bagi kita tidak ada gunanya berteriak atau menjerit selama kontraksi, itu hanya akan menghabiskan tenaga saja.Selain membawa stress dan ketegangan yang membuat tegangnya otot dan mempersulit jalan bayi. Kita masih butuh banyak tenaga saat pressing jika pembukaan telah sempurna*bukaan 10*, yang ditandai dengan rasa akan kebelakang.

Fase pembukaan anak pertama rata rata berlangsung 12 jam, sedangkan anak kedua dan selanjutanya biasanya lebih cepat*jangan panik yah ibu2, waktu melahirkan Latifa saya ngalamin 18 jam*

Ada crita lucu dari salah satu kenalan, pada saat di kamar bersalin, suaminya selalu mendampingi, istrinya sebut saja siti, yang sudah berusaha untuk menahan sakit dan tenang, jadi tidak sabar dan kesal sampai menampar suaminya, karena suami yang begitu semangat menyemangati dengan wejangan panjang lebar tentang syurga ditelapak kaki ibu, dan pahala yang besar dan suport seperti suport nonton bola ''ayo ayo kamu bisa!''. Hal ini sama sekali tidak membantu, malah memprovakasi istri jadi kesal.Pada saat ini kita butuh ketenangan, semoga itu tidak terjadi diantara kita yah.


DEngan persiapan diri yang mantap, dan jika tidak ada komplikasi, banyak juga calon ibu yang berhasil melewati saat berat ini tanpa obat obatan /narkose. Tetapi jika rasanya kita tidak mampu menjalani rasa sakit ini, kita bisa meminta ke dokter untuk diberikan obat mengurangi rasa sakit, seperti PDA=Periduralanäthesie melalui suntikan atau kateter.Perlu diperhatikan tentunya obat obatan ada efek sampingnya, maka dari itu keputusan iya atau tidak menggunakan PDA, harus diberitahukan paling lambat di pembukaan ke-3, jika baru merasakan tidak kuat di pembukaan ke-6, sudah terlambat dan biasanya jika dilakukan banyak efek samping, seperti sakit kepala, bahkan ada kejadian saat harus pressing, rasa ingin kebelakang tidak dirasakan oleh calon ibu.

Saya pribadi saat melahirkan pertama juga diberikan PDA oleh bidan, karna beliau*Bidan Lusi* melihat badan saya sudah meringkuk saja menahan rasa sakit, walaupun saat itu saya tidak menjerit jerit tapi badan saya tegang menahan sakit*crita nya bidan lusi:)*
Dan alhamdulillah tidak terjadi sakit kepala atau keluhan keluhan setelah melahirkan.

Alhamdulillah bagian ini selesai juga...sampai disini dulu, ternyata syusyah juga yah menuangkan yang ada dikepala ketulisan, semoga bermanfaat buat teman teman sekalian.


Blog EntryPersiapan melahirkan #1Feb 12, '08 2:49 PM
for everyone
Buat saya persiapan melahirkan sangat membantu, bukan hanya senam hamilnya saja yang bikin badan capek plus bugar dan bikin tidur lebih enak setelahnya, tapi kebersamaan didalam grup ini.
Kita bisa saling berbagi pengalaman, dan juga curhat ketakutanku *walaupun sudah anak ke-2 yah* dan curhat problem yang dirasakan.Tentunya semuanya saling membangkitkan semangat kalau melahirkan suatu hal yang normal bukan suatu yang harus ditakuti.

Banyak ilmu yang diajarkan, antara lainnya bagaimana menghadapi kontraksi dengan teknik teknik relaksasi dan teknik pernafasan. Bagaimana mempersiapkan diri untuk  masa menyusui, apa yang harus diperhatikan saat masa nifas, dan juga gak kalah menarik tur ke ruang bersalin.
Saat itu kita kita mengunjungi Stadtklinikum Darmstadt, lantai 3, tur dimulai dari tempat mendaftarkan diri, dan penjelasan dokumen penting yang harus dibawa  dan diserahkan kepada siapa, liat ruang bersalin/ Kreißsaal, perkenalan alat alat yang ada didalamnya yang bikin deg deg-an, kamar mandi dengan Badewanne/Bathtub, disediakan untuk menunggu pembukaan sambil berendam air hangat, karna dengan berendam kita bisa relax dan mempermudah pembukaan*asik..mupeng gak punya bathtub:p*, trus dilanjutkan ke Kinderstation, saat itu cuma ada 2 bayi yang lahir *gak kayak di Indo bisa ampe 6-7 bayi :p* , ruang menyusui yang bersebelahan dengan kinderstation. Jadi dapat gambaran kira kira pas hari H nya datang, mudah mudahan gak nyasar.
Juga disampaikan materi sekilas penjelasan tentang hak hak ibu dan anak yang didapat dari negara seperti Kindergeld dan Elterngeld.

InsyaAllah tema yang memungkinkan *kalo senam gak bisa kan yah* yang saya dapatkan selama di kursus, saya share disini buat temen temen tersayang yang sedang hamil Lulu, Riri, Yuana, Lia tak lupa iparku sayang Lizy,juga tak tertutup buat teman teman yang juga ingin tahu.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help